Mengabarkan Sesuka Hati

Statistik Identik Mauro Icardi dan Gonzalo Higuain

Bigmatch Liga Italia di matchday kesembilan merupakan derby della Madonnina antar Inter Milan melawan AC Milan, Senin (22/10) dini hari WIB di Stadion Giuseppe Meazza.

Bagus Inter Milan mau pun AC Milan ada di dalam situasi baik masuk ke laga itu.

Mauro Icardi dkk. di tim Inter Milan terus unggul di dalam 4 pertandingan baru di Serie A.

Sementara itu, Gonzalo Higuain dan kawan-kawan di AC Milan tak menelan kekalahan di dalam 6 pertandingan terbaru di Serie A.

Menjadi striker nomor 1 sendiri-sendiri skuat, jelas Mauro Icardi serta Gonzalo Higuain akan jadi pilar di dalam usaha Inter Milan mau pun AC Milan memburu gol.

Icardi telah mencetak tiga gol di dalam enam performa, sementara Higuain mencatat empat gol hanya di dalam lima laga.

Yang menarik, seperti dilansir Bolasport. com dari Opta, Mauro Icardi serta Gonzalo Higuain punya beberapa statistik yang identik jelang duel Inter Milan melawan AC Milan di dalam derby della Madonnina.

Icardi menyarangkan tiga golnya via 15 tendangan, sedangkan Higuain mencatatkan empat golnya lewat dua puluh tendangan.

Mauro Icardi serta Gonzalo Higuain punya rasio konversi tendangan jadi gol (20%), akurasi tendangan (50%), serta sentuhan di jantung pertahanan rival (27) yang serupa persis pada Serie A kampanye musim itu.

Icardi sudah mencetak empat gol di dalam sepuluh pertandingan kontra AC Milan sepanjang kariernya.

Di sisi lain, Higuain akan menurunkan derby della Madonnina perdananya.

Tapi, bareng tim lainnya, dia sukses mencetak tujuh gol di dalam delapan pertandingan melawan Inter Milan.

Bek De Graafschaap Mau Bantu Tim nasional Indonesia di Piala AFF 2018

Pemain bertahan De Graafschap, Jordy Tutuarima, dengan terang-terangan mau membantu tim nasional Indonesia pada Piala AFF 2018..

Jordy Tutuarima dengan terang-terangan mengatakan kemauannya guna gabung bersama tim nasional Indonesia di tahun 2017 silam.

Jordy adalah bintang kelahiran Belanda yang punya garis keturunan Indonesia melalui sang kakek asal Maluku.

Bintang berumur 25 tahun ini sukses menghantarkan tim yang dia bela yaitu De Graafschap naik kasta menuju Eredivisie untuk kompetisi 2018-2019.

Diberitakan BolaSport. com melalui Kompas. com, Jordy mengakui mau memperkuat tim nasional Indonesia di Piala AFF 2018.

Tapi ekspektasi Jordy itu menemui kendala sebab dia tidak dihubungi oleh PSSI untuk dinaturalisasi.

“Saya tidak mendengar laporan apa pun tentang naturalisasi. Aku meminta mereka mengontak saya agar dapat menembus Piala AFF 2018, ” tutur Jordy dilansir BolaSport. com melalui Kompas. com.

Bekas pemain bertahan NEC Nijmegen ini hingga mendesak bantuan pemain tim nasional Indonesia, Stefano Lilipaly, guna memberi bantuan mewujudkan impiannya memperkuat tim nasional Indonesia.

“Stefano bakal menolong saya mewujudkannya. Saya harap ini terwujud, ” tutur bekas bintang SC Telstar ini.

Jordy amat berhasrat untuk memperkuat tim nasional Indonesia karena dia sangat cinta kepada tanah kelahiran sang kakek.

“Saya begitu mendukung timnas Indonesia, sekaligus lantaran sahabat saya, Stefano Lilipaly, membela timnas. ”

“Namun, saya mencintai negeri Indonesia dan karena hal ini kenapa saya ingin menyuport timnas, ” tutur Jordy kala ini.

Horor! Insiden Lidah tertelan Kembali Terjadi di Laga Sporting Lisbon vs Portimonense

Mantan bintang Liverpool dari Uruguay, Sebastian Coates, menyelamatkan nyawa temannya di partai Sporting Lisbon melawan Portimonense.

Pertandingan antara Sporting Lisbon melawan Portimonense di Municipal De Portimao, Senin (8/10), dipenuhi insiden yang sangat menakutkan. Pasalnya kejadian lidah tertelan balik lagi terjadi di partai antar Sporting Lisbon vs Portimonense.

Dilansir dari Daily Mail, penjaga gawang Sporting Lisbon, Romain Salin, nyaris meregang nyawa di dalam laga itu. Insiden ini berawal saat Romain Salin mau menghalau tembakan keras yang dilancarkan bintang Portimonense, Shoya Nakajima, didalam jantung pertahanan.

Tapi insiden nahas menimpa Romain Salin, dia berbenturan bersama tiang gawang dengan lumayan keras saat mau menempis tendangan.

Karena kejadian ini, Salin begitu saja terkapar serta tidak ada pergerakan di atas gelanggang. Beruntungnya, Coates secara sigap begitu saja menghampiri kawan seklubnya serta memberikan pertolongan. Mantan bintang Liverpool ini mengecek situasi Silain yang tidak bisa bangkit setelah menabrak tiang gawang.

Coates juga mengerti jika Salin mendapatkan lidah tertelan serta memposisikan badan temannya dengan situasi telentang dan coba mencabut lidah Romain. Alhsail, pertolongan Coates kala ini sukses menyelamatkan nyawa Salin.

Kontroversi VAR Telah Diperkirakan Johan Cruyff Semenjak 16 Tahun Sebelumnya

Kehadiran Video Assistant Referee (VAR) bareng dengan kontroversinya, sudah diperkirakan oleh legenda Barcelona, Johan Cruyff.

Sistem VAR yang baru saja dimanfaatkan di Liga Spanyol jadi pembicaraan hangat sekarang.

Karena menyaksikan VAR, sang pengadil pertandingan Barcelona melawan Girona mengusir Clement Lenglet dari gelanggang.

Namun begitu, VAR tak dimanfaatkan kala bintang Real Madrid, Casemiro, menyentuh bola dengan tangan di pertandingan melawan Atletico Madrid.

Penggunaan VAR juga memperoleh banyak tanggapan melalui banyak kalangan.

Tapi sebelum beberapa orang ramai ngomong tentang teknologi dengan bantuan kamera video ini, legenda Barcelona serta tim nasional Belanda, Johan Cruyff telah mengira kehadiran alat itu.

Di dalam bukunya yang berjudul “Me Gusta el futbol” (Saya cinta sepak bola), Cruyff mencatatkan prediksi tentang penggunaan VAR pada masa mendatang.

“Jika sepakbola terus meningkat, Kamu dapat memanfaatkan kamera guna memberi bantuan. Kala mendapatkan kebingungan, sang pengadil dapat menentukan keputusan tanpa terdapat seseorang juga pergi dari gelanggang, ” tulis Cruyff di dalam buku yang dirilis pada 2002 tersebut.

“Pada waktu bersamaan, sang pengadil dapat mengecek video serta berunding guna menentukan serta memutuskan, ” tulisnya meneruskan.

Prediksi Cruyff tentang penggunaan kamera video di dalam olahraga terilhami dengan apakah yang berlangsung pada Amerika Serikat.

Olahraga menurut cricket, rugbi, tenis, serta American sepakbola sudah memanfaatkan teknologi video lebih dulu.

“Teknologi ini telah dimanfaatkan di dalam olahraga pada Amerika Serikat, tapi guna sepakbola rasanya bakal sukar diterima, ” tambahnya.

VAR melakoni debut pada kompetisi antarnegara kala dimanfaatkan di gelaran Piala Dunia 2018 pada Rusia.

Dengan bantuan teknologi itu, Piala Dunia 2018 diwarnai 219 kartu kuning serta 4 kartu merah selama gelaran itu.

Malahan, VAR pun ikut berandil di dalam 28 hadiah hukuman penalti yang diterima kontestan Piala Dunia 2018.

Sedangkan liga perdana yang memanfaatkan bantuan VAR ialah Liga Australia atau A-League.

VAR mentas perdana di pertandingan Melbourne City melawan Adelaide United di 2017.

Unai Emery Puji Ambisi Qarabag

Walau termasuk unggul enteng, juru tak-tik Arsenal, Unai Emery, masih memberi pujian atas kemampuan serta ambisi Qarabag di pertandingan penyisihan Grup E Liga Europa, Kamis (4/10).

Arsenal yang bermain sebagai kubu tamu di Tofiq Bahramov Republican Stadium, Baku, Azerbaijan, memperoleh hasil positif dengan meraih kemenangan 3-0 vs Qarabag.

Ke 3 gol kemenangan itu sendiri-sendiri dibukukan Sokratis Papastathopoulos (4′), Emile Smith Rowe (53′) serta Matteo Guendouzi (79′).

Emery menganggap Qarabag menunjukkan perlawanan baik pada paruh ke 1.

Tapi, kesebelasan berjulukan The Gunners bisa tampil superior di babak ke 2 hingga dapat membuat 2 goal.

“Kami vs kesebelasan yang baik sebagaimana Qarabag. Mereka memiliki para pemain baik serta amat berambisi menghadapi team saya, ” tutur Emery sebagaimana dilansir BolaSport. com lewat website resmi Arsenal.

“Mobilitas serta kemampuan keduanya setingkat lebih bagus pada paruh ke 1, aku kira team saya mendapatkan kesusahan. Tapi, rombongan saya pun sukses membuktikan kemampuan serta berlaga secara terorganisasi. Aku kira secara keseluruhan kesebelasan bertugas dengan amat bagus, ” jelasnya.

Kemenangan dengan skor 3-0 vs Qarabag menjadikan Arsenal tinggal pada peringkat atas klasemen Grup E dengan koleksi enam angka.

Mereka memimpin selisih goal atas Sporting FC di peringkat ke 2 yang juga meraihpoin serupa.