Mengabarkan Sesuka Hati

Gullit Sebut Ronaldo Pemain Terbaik Sepanjang Masa

Hattrick yang dibukukan Cristiano Ronaldo kala menghantarkan Juventus unggul 3-0 atas Atletico Madrid di babak 16 besar Liga Champions menghadirkan sanjungan dari banyak pihak. Salah satu diantaranya merupakan legenda dari Belanda, Ruud Gullit.

Main tidak terlalu meyakinkan pada leg pertama 16 besar Liga Champions di Wanda Metropolitano, Ronaldo mengamuk di leg ke 2. Tak tanggung-tanggung, dia langsung mencetak hat-trick perdananya di turnamen Eropa kampanye musim ini.

Pencapaian itu juga yang melatarbelakangi Ruud Gullit memberikan pujian bekas pemain Real Madrid ini setinggi langit. “Apa ia pemain paling baik sepanjang masa? Aku kira benar. Ia telah meraih Piala Eropa bareng tim nasional Portugal. Ia dapat meraih apapun yang ia ingin, ” tutur Gullit menurut Calcio Mercato, Kamis (14/3/2019).

“DI Liga Champions ia telah mengangkat piala di 3 tim dari 3 negeri lain. 5 kali ditunjuk sebagai juara Ballon d’Or. Orang-orang yang tak berhenti membandingkannya dengan bintang lainnya, namun yang pasti ia telah meraih semua piala yang ia ingin. Luar biasa, ” lanjutnya.

Sepanjang itu Ronaldo memang terus dibandingkan bersama superstar Barcelona, Lionel Messi. Namun Ruud Gullit merasa Messi masih tertinggal dari musuhnya itu.

“Messi tidak mendapat apapun bareng Argentina. Kamu dapat menjulukinya sebagai manusia super, namun jawara merupakan penyebab yang amat vital di sepakbola, ” pungkas bekas bintang AC Milan itu.

Klopp Beri Pujian Setinggi Langit pada Fabinho

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp memberikan pujian performa Fabinho yang tampil luar biasa kala menghajar Watford.

Liverpool menang 5-0 melawan Watford di laga lanjutan Liga Premier Inggris di Anfield, Kamis (28/2/2019) dini hari WIB. Goal yang menghantarkan tim menang The Reds dibuat Sadio Mane (dua gol), Virgil van Dijk serta Divock Origi.

“Fabinho betul-betul baik menghadapi Watford. Ini merupakan satu dari sekian banyak performa yang jauh setingkat lebih bagus. Ia punya banyak momen sensasional, mendapat bola, menyerobot bola, ini semua amat baik, ” tutur Klopp pada Liverpool Echo.

“Dari lini organisasi, ia luar biasa. Dari segi perlindungan, ia luar biasa. Dari segi sepakbola, ia betul-betul baik. Yang jelas, ini merupakan satu dari sekian banyak performa paling bagusnya. Ia cuma berpikir setingkat lebih natural pada tempatnya. ”

Fabinho pernah sulit beradaptasi di awal kampanye musim. Tapi, lelaki dari Brasil ini sekarang tidak bisa digantikan di Anfield.

“Dia anak yang amat bagus serta juga anak yang amat pandai. Ia mau berbuat semuanya dengan benar. Dua hal bertransformasi untuknya, dengan intensitas yang bijaksana serta jua pemahaman taktis. ”

“Sekarang, tak masalah untuknya apabila rombongan saya berlaga dengan 3, 5, 6 ataupun 7 pemain berposisi gelandang di tengah. Inilah yang kami dambakan. Di sanalah kita bersama Fabinho kini serta mudah-mudahan masih seperti ini, ” Klopp melanjutkan.

Henderson Syukuri Hasil Seri Tanpa Goal

Jordan Henderson mensyukuri pencapaian seri tanpa goal Liverpool vs FC Bayern Munich. Hasil seri tanpa goal itu tercipta saat 2 defender kunci The Reds, julukan Liverpool tidak ikut serta.

Liverpool tidak dapat menurunkan Virgil van Dijk yang mendapat akumulasi kartu serta Dejan Lovren yang sedang cedera. Sebagai pengganti, Juergen Klopp menurunkan Joel Matip serta Fabinho di jantung pertahanan.

“Kami menyesal sebab tak dapat menyarangkan goal. Namun, team saya bisa mempertahankan gawang kami serta dapat catatan tidak kebobolan juga kami bertahan dengan bagus. Team saya punya kans yang lumayan, khususnya pada paruh ke 1, ” tutur Henderson dilansir Football5star dari BT Sport.

Pencapaian seri tanpa goal itu menciptakan kesempatan ke 2 tim buat melaju terus terbuka lebar. Liverpool butuh mencuri 1 goal sembari berharap pencapaian seri. Sedangkan Bayern cuma butuh unggul dengan kedudukan berapa pun.

“Ini bukanlah pencapaian paling buruk di dunia. Team saya berlaga baik, namun kami tidak begitu pada sepertiga akhir. Mereka klub yang baik, mereka bakal memegang bola selama mungkin. Kadang team saya berpikir kecewa sebab kami cukup tidak begitu mujur di muka gawang. ”

Laga leg ke 2 bakal diselenggarakan saat 13 Maret 2019. Bermain di kamp FC Bayern Munich, Stadion Allianz, Henderson percaya teman-temannya dapat mencuri hasil positif ataupun setidak-tidaknya bermain seri dengan terjadi goal yang menjadikan mereka melaju ke fase perempat final.

“Peluang team saya terus hidup. Kami memiliki banyak laga sebelum leg ke 2. Kami tetap mesti optimis. Itu bakal sukar, namun team saya punya jam terbang di Liga Champions. Kami bakal pergi menuju ke sana serta melukai mereka.”

Valverde Tidak Paham Masa Depannya di Barcelona

Manajer Barcelona, Ernesto Valverde, mengakui sama sekali tidak paham masa depannya di Camp Nou. Dia mengakui cuma memusatkan perhatian buat meraih kemenangan di tiap-tiap laga bareng Barcelona kampanye musim ini.

Kesepakatan kontrak Valverde sekarang bakal berakhir di bursa transfer musim panas tahun 2019 nanti. Dia juga tidak mendapat kejelasan soal pembaruan kesepakatan kontraknya bareng Blaugrana.

“Saya tidak paham apakah yang bakal aku kerjakan kampanye musim selanjutnya. Aku tidak pernah berpikir mengenai rencana jangka lama. Sejagat sepakbola, 2 bulan merupakan jangka waktu yang amat panjang,” tutur Valverde dilansir melalui Barca Blaugranes.

“Saya mau semua orang buat berpikir senang bersama performa yang ditampilkan semua penggawa di atas arena pertandingan. Apabila kami kalah, maka juru tak-tik lah yang jadi pihak yang bersalah. Aku bakal berupaya buat memenuhi kewajiban Ku di sini,” tambah juru tak-tik dari Spanyol tersebut.

Dibawah bimbingan Valverde, Azulgrana sukses mendapat 1 piala La Liga serta 1 piala Copa del Rey. Tapi, bekas juru tak-tik Athletic Bilbao itu tidak berhasil menghantarkan Barcelona main bagus di panggung Eropa. Sebab, Azulgrana cuma bisa menghantarkan Barcelona maju sampai menuju fase perempat-final Liga Champions.

Media-media di Spanyol mengabarkan jika juru tak-tik Sassuolo, Roberto de Zerbi jadi satu dari sekian banyak calon kuat buat jadi suksesor Valverde di Barcelona. Kabar itu tentu jadi kejutan tersendiri. Sebab, De Zerbi tidak berhasil menghantarkan Benevento bertahan di Liga Italia Serie A serta mesti turun kasta menuju Serie B musim kemarin. Lebih lanjut, Sassuolo cuma bisa bertengger di tempat ke-11 Serie A kampanye musim ini.

Neymar: Cadangkan Mbappe Merupakan Keputusan Tepat

Superstar Paris Saint-Germain, Neymar, menyampaikan dukungannya pada Thomas Tuchel yang mencadangkan Kylian Mbappe dalam laga Ligue 1 kontra Marseille penghujung minggu kemarin. Menurut pendapatnya, keputusan itu ideal supaya Mbappe setingkat lebih disiplin.

Tuchel mengambil keputusan buat tidak menurunkan Mbappe serta Adrien Rabiot menjadi starter dalam laga kontra Marseille penghujung minggu kemarin. Keputusan itu diambil usai ke 2 bintang itu hadir telat menuju rapat PSG menyambut pertandingan kontra Marseille.

Tapi, performa cemerlang yang ditampilkan oleh tim didikan Rudi Garcia membikin Tuchel akhirnya memainkan Mbappe serta Rabiot pada pertengahan fase ke 2. Alhasil, Mbappe bisa menyarangkan 1 goal serta sukses menegaskan PSG membawa pulang 3 poin dari Stade Velodrome.

“Manajer sudah membikin keputusan yang tepat buat mencadangkan Kylian serta Adrien. Suspensi itu semoga bisa membikin keduanya setingkat lebih disiplin serta menaati jadwal yang telah dibuat,” kata Neymar dilansir melalui Daily Mail.

“Mereka merupakan bintang yang kuat. Ulah keduanya membikin kami sempat kewalahan buat mendapat kemenangan. Untungnya, Kylian yang dimasukkan menjadi penggawa pengganti bisa merubah jalannya laga serta membuat kami mendapat kemenangan,” lanjut lelaki 26 tahun tersebut.

1 goal-nya menuju gawang Marseille menjadikan bintang 19 tahun ini sekarang jadi pemimpin pada daftar pencetak gol terbanyak Ligue 1 kampanye musim ini. Melalui 11 laga, dia bisa mengumpulkan sepuluh goal serta unggul 2 goal melalui Neymar yang ada pada urutan ke2 daftar pencetak gol terbanyak.